Tanam Perdana PM-AAS di Indramayu: Sinergi Pertanian Modern untuk Kedaulatan Pangan
Indramayu, 13 Mei 2026 – Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) Asdianto, menghadiri kegiatan tanam Program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dilaksanakan di Desa Plosokkerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Husnain, serta jajaran pejabat Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pertanian modern melalui penerapan teknologi maju yang terintegrasi dengan praktik budidaya berkelanjutan guna mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
Melibatkan 83 petani yang tergabung dalam 10 Kelompok Tani (Poktan) dan satu Brigade Pangan, kegiatan tanam ini dilaksanakan pada lahan seluas 100 hektar yang terdiri atas 70 hektar lahan program optimasi lahan (Oplah) dan 30 hektar lahan reguler. PM-AAS sendiri dirancang sebagai sistem pertanian intensif berbasis teknologi tinggi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, dan presisi. Melalui integrasi antara inovasi modern dan penerapan yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi, khususnya pada lahan datar, luas, dan memiliki pengaturan air yang mudah, sistem ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen sekaligus meningkatkan hasil produksi.
Dalam penerapannya, program ini menerapkan mekanisasi secara menyeluruh mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga panen untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Penggunaan alat dan mesin pertanian modern seperti traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, dan combine harvester, memungkinkan proses budidaya dilakukan secara lebih presisi, cepat, dan efisien sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Program PM-AAS tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pertanian yang modern, adaptif, dan berkelanjutan. Implementasi program di Indramayu diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian modern bagi daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia. Melalui pendekatan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.